Kamis, 26 Mei 2022

BBWS Serayu Opak Melaksanakan Kegiatan Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Karangtalun Untuk Memenuhi Kebutuhan Petani

internal Selasa, 15 Maret 2022 09:36:08 66

Yogyakarta | IP.COM – Saluran Irigasi Mataram tentunya sudah familiar dan air di Saluran Mataram berasal dari Saluran Induk Karangtalun di Sungai Progo, Kabupaten Magelang. Kedua saluran tersebut, bersama dengan Saluran Induk Van der Wijck merupakan tiga saluran utama yang menjadi bagian Daerah Irigasi (DI) Karangtalun seluas 5.159 hektar.

Keberadaan saluran irigasi Karangtalun berawal pada tahun 1909, saat pemerintah Belanda membangun selokan Van Der Wijck dan Bendung Karangtalun. Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hemengkubuwana IX, beliau mengusulkan proyek pembangunan saluran irigasi yang saat itu disebut kanal Yoshiro yang menghubungkan Sungai Progo dan Sungai Opak. sedangkan kini, kanal Yoshiro dikenal dengan nama Saluran Mataram atau lebih dikenal dengan selokan mataram.

Untuk menjamin ketersediaan air irigasi untuk pertanian di DI Karangtalun, maka BBWS Serayu Opak melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II melaksanakan kegiatan “Peningkatan Jaringan Irigasi DI Karangtalun” sepanjang 43,43 km. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperbaiki, menyempurnakan, serta meningkatkan sistem jaringan yang rusak sehingga kinerja dan fungsi jaringan dapat dioptimalkan. Manfaat lainnya adalah sebagai sebagai solusi dalam upaya mengatasi kekurangan air irigasi selama musim kemarau serta memberikan suplesi air ke daerah irigasi di bagian hilir.

Kegiatan Peningkatan Jaringan Irigasi DI Karangtalun dilaksanakan secara multiyears, dari tahun 2021 kemarin hingga 2023 mendatang. Semoga, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat memberikan manfaat, khususnya bagi para petani di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.(*)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait